Apakah Hari Kartini 21 April 2022 Libur? Cek Disini

AMPMORI.com – Peringatan Hari Kartini akan jatuh pada tanggal 21 April mendatang. Apakah peringatan Hari Kartini merupakan hari libur? Sebenarnya peringatan Hari Kartini itu masuk dalam kalender libur tahunan atau tidak?

Pertanyaan ini sejatinya terjawab jika Anda mengacu pada daftar hari libur nasional dan cuti tahunan yang hampir setiap tahun dirilis oleh pemerintah. Dalam daftar tersebut, Hari Kartini tidak pernah masuk dalam hari libur.

Hari Kartini memang ditetapkan sebagai Hari Nasional sejalan dengan terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) 108/1964. Aturan ini terbit untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini sebagai pahlawan nasional.

R.A Kartini dikenal sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat berupaya mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan.

Namun, jika mengacu pada Keppres tersebut, Hari Kartini hanya disebutkan sebagai Hari Nasional dan tidak berstatus sebagai Hari Libur Nasional.

Meskipun peringatan Hari Kartini bukanlah hari libur nasional, namun jasa R.A Kartini tentu perlu diingat, terutama dalam memperjuangkan hak emansipasi wanita pribumi yang kerap tak pernah mendapatkan kesetaraan dengan laki-laki.

Peringatan Hari Kartini juga diharapkan tidak dirayakan hanya sebatas secara simbolis dengan mengingat jasanya namun juga bagaimana mengimplementasikan nilai dalam Hari Kartini dalam kehidupan sehari-hari.

Kata-Kata Mutiara Hari Kartini

1. “Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam.” -RA Kartini

2. “Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi, satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.” – RA Kartini

3. “Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu” – RA Kartini

4. “Jangan menyerah selagi kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan itu datang karena selangkah lagi kamu menang” -RA Kartini

5. “Habis gelap terbitlah terang” -RA Kartini

6. “Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni.” (kutipan isi surat Kartini kepada teman karibnya: Ny. Abendanon di Belanda, tahun 1902)

7. “Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti 2 orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.”

8. Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu, tapi satu – satunya hal yang benar – benar bisa menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri.

9. Waktu membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yg baik.

10. Tak ada sesuatu yang sangat menyenangkan, selain hal itu memunculkan senyum pada wajah orang lain, terutama wajah orang yang kita cintai.

11. Jangan terlalu mengeluhkan masalah buruk yang datang dalam hidup kamu. Tuhan tidak pernah memberikannya, karena kamulah yang membiarkannya untuk datang.

12. Teruslah Engkau bermimpi, teruslah Engkau bermimpi, bermimpilah selama dikau masih bisa bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup ini! Kehidupan yang sebenarnya adalah kejam.

13. Tahukah kamu semboyanku? ‘Aku mau!’ hanya 2 patah kata yang ringkas itu telah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kata ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.

14. Gadis yang berpikiran telah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya.

15. Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.