Pengertian Reksadana dan Penjelasannya Secara Lengkap untuk Pemula

AMPMORI.com – Pengertian reksadana dan penjelasannya secara lengkap untuk pemula. Menurut OJK, reksa dana (reksa dana) adalah wadah yang menghimpun uang masyarakat yang dikelola oleh suatu korporasi yang disebut perusahaan investasi kolektif dan melakukan investasi pada surat-surat berharga seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan jangka pendek.

Berikut Pengertian dan penjelasan Reksadana Bagi Pemula

Bagi investor pemula yang tertarik mendalami apa itu reksa dana, simak reksa dana berikut ini untuk mempelajari cara memaksimalkannya. Investasi reksa dana merupakan salah satu investasi yang paling populer dan memiliki banyak peminat.

Ini berjalan seiring dengan pendekatan yang sangat pragmatis yang tidak hanya transparan dan cair, tetapi juga dapat dibeli dan dijual kapan saja sepanjang hari.

Yang tidak bisa diabaikan yaitu reksa dana gampang diatur memperingatkan terdapatnya administrator investasi selaku pengelola ataupun pakar untuk membenarkan kemampuan reksa dana yang maksimum.

Menurut situs resmi Barexa, hingga akhir November 2019, jumlah investor reksa dana mencapai 1,71 juta. Jumlah tersebut meningkat 71,27% dari 999.510 pada akhir 2018, dan jumlah investor reksa dana ke depan meningkat 71,27% dibandingkan akhir 2019 menjadi 999.510 hingga akhir November 2019. Jumlah manajer investasi terus bertambah setiap tahunnya.

Baca Juga :  Manajemen Investasi yang Perlu Diketahui

Dibawah ini adalah Pengertian Reksadana beserta penjelasanya bagi pemula,

Reksadana Investasi yang Tidak Membutuhkan Modal dalam Jumlah Besar

Pemula bisa menikmati reksa dana dengan menyisihkan Rp100.000 per bulan. Tidak hanya angka yang tidak perlu, kemampuan reksa dana di tangan administrator pemodalan yang pas bisa membagikan balasan hasil yang lebih besar dari produk perbankan serta membagikan keringanan untuk pendatang baru.

Jika Anda menyisihkan Rp100.000/bulan, misalnya, tergantung pada pengembalian investasi Anda, Anda dapat mengembangkan nilai total Rp6 juta dalam waktu 5 tahun, lebih dari angka awal Anda.

Ini karena Anda menginvestasikan modal Anda dengan hati-hati pada produk reksa dana yang tepat berdasarkan rasio modal yang Anda miliki.

Dengan asumsi pertumbuhan tahunan lebih dari 8-10%, akumulasi modal reksa dana yang minimal berpotensi menghasilkan imbal hasil yang maksimal. Reksa dana juga dapat tumbuh lebih cepat jika Anda secara teratur mengumpulkan tabungan yang lebih berharga.

Reksadana Sarana Investasi yang Lebih Praktis

Dibanding dengan produk investasi lain seperti saham, reksa dana lebih efisien sebab dibantu oleh manajer finansial yang profesional di bidangnya.

Setelah membeli reksa dana melalui platform reksa dana online atau langsung dari manajer investasi melalui bank atau lembaga yang terdaftar di OJK, dana tersebut diinvestasikan secara strategis di berbagai segmen seperti saham, obligasi, dan instrumen keuangan jangka pendek lainnya.

Di sini Manajer Investasi akan mengelola sesuai dengan jenis reksa dana yang Anda pilih. Manajer Investasi juga mengambil keputusan untuk menjual atau melepaskan suatu investasi sesuai dengan kondisi pasar dan melaporkan hasil investasi tersebut kepada manajemen.

Nasabah reksa dana tentunya dapat menikmati berbagai kemudahan tersebut, meskipun tidak selalu tersedia pada produk investasi lainnya.

Baca Juga :  Pertimbangan Penting Sebelum Investasi Properti

Reksadana Memiliki Berbagai Macam Derivatif  (Turunan)

Produk reksa dana sendiri terdiri dari berbagai jenis derivatif, yang berarti semakin banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu. Secara umum, reksa dana terdiri dari empat bagian.

Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Reksa dana pasar uang adalah reksa dana yang berinvestasi pada produk investasi keuangan jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.

Instrumen investasi dapat berupa deposito berjangka (term deposit), sertifikat deposito (certificate of deposit), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan masih banyak jenis instrumen investasi pasar keuangan jangka pendek lainnya.

Produk reksa dana ini sangat cocok bagi investor pemula karena bertujuan untuk menjaga likuiditas dan menjaga permodalan. Resikonya relatif kecil dibanding dengan tipe reksa dana yang lain.

Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang menginvestasikan lebih dari 80% asetnya dalam bentuk surat utang atau obligasi. Sisanya dapat ditugaskan ke alat lain yang lebih agresif, tetapi Anda masih memiliki kendali.

Tujuan jenis reksa dana ini yaitu guna menciptakan pengembalian yang konstan yang sesuai untuk periode menengah. Risikonya relatif tinggi dibandingkan reksa dana short market.

Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksa dana campuran yaitu tipe reksa dana yang membagikan dana investasi ke portofolio yang terdiversifikasi. Investasi bisa dalam bentuk saham dan bisa digabungkan dengan obligasi.

Tujuannya adalah pertumbuhan harga dan pendapatan. Risiko reksa dana campuran moderat dan dapat menghasilkan pengembalian yang relatif lebih tinggi daripada reksa dana pendapatan tetap.

Baca Juga :  Investasi Cryptocurrency, Inilah Koin yang Bagus Tahun Ini

Reksadana Saham (Equity Fund)

Reksa dana jenis ekuitas yaitu tipe reksa dana yang menanamkan lebih dari 80% asetnya dalam bentuk efek ekuitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan harga saham atau harga satuan dalam jangka panjang.

Resikonya relatif lebih besar dari reksa dana pasar pendek serta reksa dana pemasukan tetap, namun kemampuan pengembaliannya sangat besar.

Pengelolaan Reksadana Melalui Verifikasi Investasi

Meski komposisi reksa dana terdiri dari berbagai aset yang didukung Bareksa dan OJK, investor tetap bisa mengecek status rekeningnya.

Transparansi status reksa dana dapat dilihat secara resmi di website Bareksa dan Access PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Semua konfirmasi transaksi ditautkan ke email pribadi Anda

Reksadana Mirip dengan Deposito Bank

Pada dasarnya, deposito dan reksa dana adalah tempat Anda mengumpulkan uang untuk mencapai pengembalian yang menguntungkan. Tergantung pada jenis reksa dana yang Anda pilih, keduanya hampir sama dalam hal risiko rendah.

Dalam deposito bank, dana dipercayakan kepada lembaga keuangan yang dipilih dengan tingkat pengembalian yang konstan selama periode waktu tertentu.

Di reksa dana, di sisi lain, modal dipercayakan kepada manajer investasi sehingga dapat dikelola dengan tingkat pengembalian rata-rata yang kurang lebih sama tergantung pada jenis reksa dana yang dipilih.

Untuk pembahasan tentang Investasi, kamu bisa baca lebih lanjut disini : ampmori.com

Dapatkan update artikel terbaru setiap hari dari ampmori.com. Mari bergabung di Channel Telegram ‘Ampm Ori‘, caranya klik link https://t.me/ampmori, kemudian Subscribe. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *