Hindari Kesalahan Fatal Saat Mengatur Money Management

AMPMORI.com – Hindari kesalahan fatal saat mengatur money management. Sudah menjadi rahasia umum bahwa money management adalah salah satu faktor terpenting dalam trading forex, dan kurangnya money management bisa dibilang merupakan dosa terbesar pedagang.

Tanpa money management trading, sebagus apapun strateginya, kelangsungan trading tidak dapat dijamin. Probabilitas pengembalian yang tinggi tidak menjamin pengembalian yang besar, dan resiko tidak dapat diminimalkan. Jika Anda tidak percaya, teliti masalah ini di To Be Profitable, It Don’t Have It True.

Dalam penggunaannya, money management dapat diterapkan dengan berbagai cara dan aturan yang berbeda.Tiap trader bebas memilah metode yang sangat cocok dengan gaya, preferensi, serta pengaturan resikonya.

Ada orang yang hanya mengikuti aturan 1%, menggunakan rasio resiko/imbalan dan menerapkan teknik penentuan posisi. Apa pun yang Anda pilih, tidak ada cara yang lebih baik atau lebih buruk untuk mengelola uang Anda tergantung pada kondisi Anda.

3 Kesalahan Fatal Saat Mengatur Money Management

Mengatur Money Management dengan Target

Meskipun terkadang baik untuk memiliki tujuan, dapat beresiko jika terlalu fokus pada tujuan Anda dalam trading Forex. Beberapa contoh tujuan yang biasanya dibuat oleh trader amatir meliputi:

  • Persentase keuntungan selama satu bulan.
  • Berapa banyak keuntungan yang diperoleh dari beberapa trading.
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai jumlah dolar tertentu?

Meski berbeda, ketiga tujuan di atas sebenarnya berlandaskan pada hal yang sama. Artinya, keinginan untuk menghasilkan uang dalam waktu singkat. Faktanya, tidak ada jawaban pasti yang secara konsisten dapat menjamin tercapainya tujuan-tujuan tersebut dalam trading.

Mengapa demikian? Lihatlah grafik trading dan lihat bagaimana volatilitas pergerakan harga. Selain dinamis, harga tidak dapat diprediksi secara andal.

Baca Juga :  Rekomendasi Aplikasi Trading yang Halal, Pasti Syariahnya!

Pakar teknologi dapat mengatakan bahwa pola harga akan selalu berulang. Namun dalam praktiknya, harga ditentukan tidak hanya oleh faktor teknis, tetapi juga oleh masalah fundamental yang mempengaruhi sentimen pasar. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk menetapkan target keuntungan dengan persentase tertentu per bulan dan kami berharap kriteria ini akan selalu terpenuhi.

Sayangnya, hal ini masih banyak dilakukan oleh para trader. Tuntutan untuk mengejar tujuan sebenarnya berasal dari kesalahan dalam money management. Sebelum memilih metode yang tepat, banyak trader terlebih dahulu menetapkan tujuan yang diinginkan. Akibatnya, mereka akan menerapkan strategi dan metode untuk mengejar tujuan ini, yang pada gilirannya dapat menyebabkan pelanggaran aturan trading dan menyebabkan trading berlebihan.

Saat mengatur money management, Anda tidak boleh menetapkan tujuan di awal transaksi. Gunakan Skala Pertumbuhan Laba yang dihitung pada akhir periode trading sebagai indikator keberhasilan. Misalnya, Anda dapat menghasilkan pertumbuhan 15% setelah 6 bulan trading, dan pertumbuhan meningkat menjadi 20% selama 6 bulan ke depan.

Oleh karena itu, Anda tidak perlu mencapai tujuan yang Anda tetapkan di awal, Anda hanya harus mengevaluasi kinerja di akhir periode trading. Jika kurang baik, Anda dapat memperbaiki kesalahan tersebut untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan keuntungan pada periode trading berikutnya.

Metode di atas mencegah Anda dari mengejar gaya trading target Anda, karena tidak ada kriteria keuntungan yang ditentukan sebelumnya. Teknik ini juga mengikuti prinsip trader berpengalaman yang tidak memaksakan trading mereka saat kondisi pasar sedang buruk.

Jika Anda tidak memiliki tujuan untuk dikejar, Anda tidak akan menemukan peluang di pasar yang tidak membantu. Eksekusi strategi dapat dimaksimalkan dan jebakan over-trading dapat dihindari.

Baca Juga :  Bagaimana Cara Memulai Trading untuk Pemula?

Menggunakan Satuan Pips

“Sinyal Sell EUR/USD, Dapatkan Peluang Profit 100 Pips!”
“Ikuti Strategi Trading Penghasil 1000 Pips Ini!”
“Trader A Loss 200 Pips Dalam Semalam”
“Trader B Cetak Keuntungan 300 Pips Pasca Berita XXX” 

Pernah dengar kalimat di atas? Jika demikian, jangan mudah tergiur dengan jumlah pip yang disebutkan karena untung ruginya masih sangat relatif jika diukur dalam pip. Hanya karena Anda terbiasa mendengar analis atau pedagang lain mengatakan untung dan rugi dalam pips tidak berarti Anda disarankan untuk menggunakannya saat mengelola uang Anda.

Dalam praktiknya, pip hanya mencerminkan besarnya perubahan harga, bukan jumlah keuntungan yang sebenarnya. 1 pip untuk pengguna lot standar pasti berbeda dengan pip pedagang mikro. Trader yang mengklaim dapat memperoleh 500 pips tanpa menyebutkan keuntungan besar dalam dolar tidak dapat benar-benar mengandalkan kredibilitas mereka karena hanya lot kecil yang tersedia.

Jika benar, konteksnya tidak bisa dibandingkan dengan seorang trader yang bisa untung 500 pip dalam lot yang besar. Namun, volume trading memiliki dampak psikologis yang sangat kuat. Pedagang lot kecil dapat dengan mudah mengambil resiko 500 pips, tetapi pengguna lot besar membutuhkan keberanian luar biasa untuk menanggungnya.

Perbedaan-perbedaan ini membuat ide yang baik untuk meninggalkan pips saat mengatur money management Anda. Sebaliknya, biasakan menghitung untung dan rugi Anda langsung dalam dolar. Misalnya, ketika merencanakan rasio resiko/imbalan Anda, tidak hanya memperhatikan jumlah pip yang ditentukan, tetapi juga mempertimbangkan jumlah yang dikonversi ke dolar.

Juga lebih mudah menerapkan aturan 1% jika Anda mengetahui langsung besarnya P&L. Misalnya, modal Anda adalah $5000, yang berarti bahwa setiap posisi tidak boleh mengambil resiko kehilangan lebih dari $50. Jelas, Anda tidak bisa hanya menghitung stop loss dalam pips untuk mematuhi aturan ini.

Baca Juga :  Tips Memulai Bisnis Kuliner Agar Sukses Terutama untuk Pemula

Untuk mewujudkan aturan 1%, Anda perlu mengonversi ke dolar. Menghitung nilai dolar per pip sangat rumit karena melibatkan lot, jenis pasangan, dan mata uang dasar yang digunakan. Kamu dapat pelajari rumus konversi di sini atau memakai kalkulator pip untuk mendapatkan hasil perhitungan dengan otomatis.

Sesuaikan dengan Kemampuan Modal

Tradingvalas sebenarnya bisa dimulai hanya dengan $10. Tetapi apakah realistis jika saya menggunakannya untuk trading dengan lot standar? Apalagi dengan leverage 1: 1000, uang masih kurang dari margin yang diperlukan buat membuka satu posisi EUR atau USD.

Sesuaikan ukuran lot dengan ukuran modal untuk menghindari kesalahan penentuan lot dan membatasi peluang. Penting untuk memiliki elastisitas keuangan yang cukup. Jangan biarkan margin bebas margin menjadi sangat kecil sehingga MC dapat terpicu ketika harga baru bergerak sedikit ke arah yang berlawanan untuk trading.

Jika modal Anda masih kecil, gunakan lot kecil seperti mini, mikro atau nano (dari broker yang Anda tawarkan) untuk memastikan Anda memiliki dana yang cukup. Kemudian, jika Anda mendapatkan pengalaman dan menghasilkan keuntungan yang stabil, Anda dapat sedikit menambah lot dan menghasilkan keuntungan.

Trader berpengalaman yang menggunakan lot standar untuk memulai trading dengan resiko kecil. Ketika resiko berhasil diminimalkan, kesinambungan dana menjadi lebih aman dan peluang untuk meningkatkan pengembalian secara bertahap terbuka. Seperti pepatah bijak, trading itu seperti maraton, bukan sprint.

Untuk pembahasan tentang Trading, kamu bisa baca lebih lanjut disini : ampmori.com

Dapatkan update artikel terbaru setiap hari dari ampmori.com. Mari bergabung di Channel Telegram ‘Ampm Ori‘, caranya klik link https://t.me/ampmori, kemudian Subscribe. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *