Jenis Laporan Keuangan untuk UKM Beserta Contohnya

AMPMORI.comJenis laporan keuangan untuk UKM beserta contohnya. Memiliki dan memahami laporan keuangan merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh setiap pemilik bisnis yang ingin mengembangkan bisnisnya.

Mengapa? Hal ini dikarenakan, melalui laporan keuangan, badan usaha dapat memahami situasi bisnis pada saat itu dan mengevaluasi kembali strategi bisnisnya.

Sayangnya, laporan keuangan sering dianggap tidak penting, terutama di bisnis kecil, sehingga menjadikannya formal di banyak bisnis kecil. Selain itu, meskipun UKM sudah mulai paham, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jenis laporan keuangan. Jika ya, laporan keuangan seperti apa yang harus dimiliki UKM? Simak dulu artikel selanjutnya!

Apa itu Laporan Keuangan?

Laporan keuangan adalah laporan yang berisi informasi tentang pendapatan bisnis, pengeluaran, dan transaksi kredit. Dalam self-manufacturing, laporan keuangan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing bisnis. Kebijakan tersebut adalah periode laporan keuangan menjelang laporan keuangan harian, bulanan, dan tahunan.

Fungsi laporan keuangan ialah sebagai data evaluasi bisnis buat memastikan arah serta strategi bisnis berikutnya.Ada juga berbagai jenis laporan keuangan yang harus dimiliki setiap pelaku usaha. Contohnya termasuk laporan neraca keuangan, laporan arus kas, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal.

Baca Juga :  Jenis dan Perbedaan Pinjaman Syariah dengan Pinjaman Konvensional

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

1. Neraca Keuangan (Balance Sheet)

Laporan neraca adalah jenis laporan keuangan yang memungkinkan Anda untuk melihat keadaan atau posisi keuangan periode waktu tertentu. Laporan neraca keuangan memungkinkan pelaku usaha untuk melihat beberapa informasi atau komponen seperti aset (aset), kewajiban (liabilities) dan ekuitas (equity).

  • Asset (Aktiva): Setiap aset yang dimiliki Perseroan sebagai hasil dari transaksi masa lalu dan diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi Perseroan di masa yang akan datang. Aset juga dibagi menjadi dua kategori: aset likuid dan aset tetap. Contoh: kas, piutang, peralatan, gedung, mesin, tanah.
  • Kewajiban (Liability): Kewajiban perusahaan saat ini kepada pihak lain untuk diselesaikan melalui pengalihan atau penggunaan aset yang akan menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan. Contoh: Hutang transaksi, hutang gaji, pinjaman bank.
  • Modal (Equity) : Sisa hak atau modal yang dimiliki perusahaan.

2. Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Jenis laporan keuangan berikutnya merupakan laporan arus kas ataupun cash flow. Laporan arus kas berisi informasi yang menunjukkan arus atau arus kas suatu bisnis. Laporan ini dapat digunakan sebagai indikator arus kas operasi masa depan.

Informasi yang terkandung dalam laporan kas dapat terdiri dari beberapa sumber. Misalnya, sumber arus kas masuk dapat berasal dari pinjaman, pembiayaan, modal, atau hasil operasi atau penjualan perusahaan.

Baca Juga :  Pahami Contoh Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Selain arus kas masuk, arus kas keluar seperti biaya investasi dan biaya pembelian produk, serta aktivitas operasional yang mengeluarkan kas untuk bisnis juga dicatat.

3. Laporan Perubahan Modal

Tentunya untuk menjalankan sebuah bisnis, Anda membutuhkan uang atau modal. Juga, selama bisnis berjalan, uang atau modal tentu saja akan berubah. Perubahan ini disebabkan oleh aktivitas operasi bisnis yang dihasilkan dari pengeluaran bisnis atau penjualan bisnis.

Berdasarkan hal tersebut, laporan perubahan modal berfungsi untuk memastikan berapa sisa modal yang dimiliki perusahaan untuk menentukan strategi pengembangan selanjutnya.

4. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi bisa dibilang merupakan jenis laporan keuangan yang paling umum digunakan di kalangan pebisnis. Sesuai dengan namanya, laporan laba rugi berfungsi sebagai fungsi bagi pelaku usaha untuk mengetahui apakah suatu usaha saat ini dalam keadaan untung atau rugi.

Ketika pendapatan melebihi pengeluaran, bisnis itu menguntungkan. Sebaliknya, jika pengeluaran Anda melebihi pendapatan Anda, Anda akan mengalami kerugian.

Secara umum, ada dua metode penyusunan laporan laba rugi: satu langkah (metode langsung) dan multi-langkah (metode langkah demi langkah). Bagi kebanyakan pebisnis, metode satu langkah dianggap lebih mudah digunakan karena perhitungannya lebih sederhana.

Baca Juga :  Cara Mengelola Keuangan Pribadi yang Benar

Dengan metode satu langkah, yang perlu Anda lakukan adalah menjumlahkan semua pendapatan dalam suatu kategori dan kemudian menguranginya dari total pengeluaran atau pengeluaran Anda untuk periode tertentu.

Untuk metode multi-langkah, beberapa langkah diperlukan. Pendapatan yang Anda terima harus dibagi menjadi dua kategori: pendapatan operasional (berasal dari kegiatan utama) dan pendapatan non-operasional (di luar kegiatan utama perusahaan). Kategori ini juga dapat dibagi menurut beban atau biaya.

Kesimpulan

Jika Anda ingin bisnis Anda selalu dapat berkembang, Anda perlu memahami dan memiliki laporan keuangan. Anda harus memiliki beberapa jenis laporan keuangan, bukan hanya satu, tetapi laporan laba rugi, neraca, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas. Karena laporan keuangan memberikan gambaran tentang bisnis Anda, Anda dapat menentukan strategi bisnis Anda selanjutnya.

Membuat laporan keuangan Anda sendiri untuk pemula atau usaha kecil terkadang sulit. Ini bisa jadi tidak akurat, berisiko, atau memakan waktu, terutama jika Anda harus membuat laporan keuangan secara manual di atas kertas.

Untuk pembahasan tentang Keuangan, kamu bisa baca lebih lanjut disini : ampmori.com

Dapatkan update artikel terbaru setiap hari dari ampmori.com. Mari bergabung di Channel Telegram ‘Ampm Ori‘, caranya klik link https://t.me/ampmori, kemudian Subscribe. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *