Cara Mengatasi Kekhawatiran Ketika Ingin Melakukan Trading

Cara Mengatasi Kekhawatiran Ketika Ingin Melakukan Trading

AMPMORI.com – Cara mengatasi kekhawatiran ketika ingin melakukan trading, hampir semua trader dan investor mengkhawatirkan apakah dia trader profesional atau trader pemula.

Mengamati pergerakan harga dan membaca berita atau opini ahli dapat membuat trader khawatir atau takut.

Namun pada kenyataannya, kunci sukses dalam trading terletak pada bagaimana kita mempersiapkan diri untuk mengatasi kekhawatiran kita dalam trading. Artinya, bagaimana kita harus mempersiapkan diri untuk mengambil risiko trading yang tidak dapat dihindari?

Pakar psikologi trading Mark Douglas menulis tentang kekhawatiran ini dalam bukunya “Trading in the Zone”: Inilah yang membuat mereka menaruh harapan tinggi pada trading yang mereka yakini dan mengabaikan faktor ‘peluang lain’ yang sebenarnya mereka ketahui.

Kenyataan ini memicu reaksi yang terlalu emosional, seperti kekhawatiran yang berlebihan setelah kalah beruntun dan keserakahan yang berlebihan untuk berbagai kepentingan.” Semakin tinggi ketergantungan individu pada hasil transaksi, semakin tinggi tingkat perhatiannya.

Pada umumnya trader yang mengalami kerugian menjadi semakin ragu dan bijaksana untuk memasuki pasar untuk menghindari kesalahan.

Jika dibiarkan terus, pedagang pada akhirnya akan dikendalikan oleh kekhawatiran ini, yang dapat menyebabkan stres berat dan frustrasi karena tidak memasuki pasar. Kekhawatiran harus dikendalikan, bukan sebaliknya.

Berikut adalah 4 hal utama yang harus dihindari dalam trading.

1. Khawatir Akan Mengalami Kerugian

Masalah ini sangat umum dan dialami oleh semua trader. Akibat kekhawatiran ini, para pedagang jarang memasuki pasar karena mereka selalu skeptis terhadap strategi trading mereka.

Jangan ragu untuk masuk dan keluar ketika Anda sudah memiliki posisi trading. Semakin lama seorang trader berada dalam kondisi psikologis seperti itu, semakin tidak percaya diri dia.

Pada akhirnya, dia akan berhenti berdagang karena dia merasa lebih nyaman untuk tidak memasuki pasar sama sekali. Tidak ada trader yang ingin rugi, namun faktanya trader berpengalaman dan trader profesional ternama pernah mengalami kerugian berturut-turut.

Perbedaannya adalah mereka kehilangan lebih sedikit daripada yang mereka dapatkan. Inilah sebabnya mengapa mereka bertahan secara finansial dan psikologis.

Kuncinya adalah kepercayaan diri. Mereka percaya pada sistem trading konsensus dan dilatih untuk menggunakannya.

Ketika Anda ragu untuk masuk meskipun sistem trading Anda telah diuji, fokuslah pada proses eksekusi yang harus diikuti daripada hasil akhir.

Jika menurut Anda strategi trading Anda akan berjalan dengan baik, jangan khawatir tentang hasil trading Anda.

Trading seperti yang direncanakan.

2. Khawatir Ketinggalan Momen Entry

Tren apapun selalu menimbulkan keraguan bagi sebagian trader. Ketika tren berlanjut, beberapa trader meragukan apakah tren akan berlanjut atau segera berubah arah, sementara yang lain percaya momen masuk hilang.

Banyak trader masuk saat pasar sedang dalam tren kuat tanpa mempertimbangkan kemungkinan pembalikan tren. Takut ketinggalan pasar bisa berbahaya jika Anda tidak hati-hati.

Trader yang berpengalaman pasti selalu disarankan untuk menghindari masuk saat volatilitas pasar tinggi.

3. Khawatir Keuntungan Berubah Menjadi Kerugian

Banyak pedagang tidak mengikuti aturan trading klasik. Biarkan keuntungan bertahan dan hentikan kerugian sesegera mungkin (eksekusi keuntungan dan potong kerugian).

Bahkan, mereka sering melakukan yang sebaliknya dengan menghentikan keuntungan sesegera mungkin dan membiarkan kerugian terus berlanjut.

Mereka melakukan ini karena mereka khawatir keuntungan yang mereka peroleh akan berubah menjadi kerugian, meskipun strategi trading belum memberikan sinyal keluar.

Metode trading ini tidak memberikan keuntungan jangka panjang dan harus dihindari.

Dengan begitu akan berulang lagi dan lagi. Pedagang harus dilatih dan konsisten sesuai dengan strategi trading yang disepakati, termasuk rasio risiko/imbalan yang telah ditentukan sebelumnya.

4. Khawatir Tentang Sinyal Trading yang Salah

Tidak peduli seberapa canggih sistem trading, itu tidak selalu menghasilkan sinyal trading yang tepat.

Jika Anda percaya dengan profitabilitas sistem trading Anda, tidak ada alasan untuk khawatir tentang setiap trading.

Baik sifat perfeksionis maupun keinginan untuk menjadi sempurna sepanjang waktu tidak berlaku untuk trading. Bahkan kerugian kecil seringkali tidak dapat diterima, menghasilkan kerugian yang lebih besar.

Dapatkan update artikel terbaru setiap hari dari ampmori.com. Mari bergabung di Channel Telegram ‘Ampm Ori‘, caranya klik link https://t.me/ampmori, kemudian Subscribe. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Leave a Reply

Your email address will not be published.